Institut Nasional Nusantara (INN) Al Farabi, [15/08/2026] — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) INN Al Farabi melaksanakan kegiatan pendampingan penyusunan kurikulum Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) sebagai bagian dari komitmen institusi dalam memastikan pengembangan kurikulum berjalan secara sistematis, relevan, dan sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi.
Kegiatan pendampingan ini diikuti oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Ketua Program Studi PIAUD, serta tim dosen penyusun kurikulum program studi PIAUD. Pendampingan diarahkan untuk memberikan penguatan terhadap proses penyusunan dan pengembangan kurikulum agar memiliki keterkaitan yang jelas antara profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, struktur kurikulum, proses pembelajaran, serta asesmen.
Pada konteks kebijakan pendidikan nasional terbaru, pengembangan kurikulum perlu memperhatikan arah pendidikan bermutu dan pendekatan Pembelajaran Mendalam. Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 menempatkan pendekatan Pembelajaran Mendalam sebagai bagian dari kerangka dasar kurikulum. Pendekatan tersebut menekankan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Ketua LPM INN Al Farabi Jenal Abidin, M.Pd.I dalam arahannya menyebutkan bahwa kurikulum harus dibangun dengan standar mutu yang jelas. Beliau menegaskan bahwa kegiatan pendampingan bukan sekadar kegiatan administratif dalam penyusunan dokumen kurikulum. Lebih dari itu, pendampingan merupakan bagian dari upaya penjaminan mutu agar kurikulum yang disusun benar-benar memiliki arah, standar, dan keterukuran yang jelas.
“Pendampingan ini kita lakukan untuk memastikan bahwa penyusunan kurikulum Program Studi PIAUD berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Kurikulum tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus menjadi instrumen utama dalam memastikan proses pendidikan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan program studi,” ujar Ketua LPM dalam arahannya.
Menurutnya, kurikulum yang bermutu harus dibangun melalui proses yang sistematis dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, LPM hadir bukan untuk mengambil alih peran program studi, melainkan memberikan pendampingan, penguatan, dan perspektif penjaminan mutu agar setiap komponen kurikulum dapat disusun secara selaras.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, tim penyusun dapat melihat kurikulum secara utuh. Mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur kurikulum, strategi pembelajaran, sampai dengan asesmen harus memiliki keterkaitan yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsipnya adalah bagaimana kurikulum yang kita susun benar-benar mampu menjamin mutu proses dan hasil pendidikan,” lanjutnya.

Pendampingan juga memberikan perhatian khusus terhadap karakteristik Program Studi PIAUD yang memiliki tanggung jawab strategis dalam mempersiapkan calon pendidik anak usia dini. Oleh karena itu, kurikulum perlu memastikan lulusan memiliki kompetensi akademik, pedagogik, profesional, sosial, dan karakter yang relevan dengan kebutuhan pendidikan anak usia dini.
Arah kebijakan Capaian Pembelajaran tahun 2025 juga menekankan pentingnya pembelajaran yang tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi mendorong kemampuan menerapkan, merefleksikan, dan mengembangkan kompetensi secara lebih mendalam. Dalam konteks PAUD, Capaian Pembelajaran Fase Fondasi antara lain menekankan nilai agama dan budi pekerti, kematangan emosi, keterampilan sosial dan bahasa, pemaknaan positif terhadap belajar, keterampilan motorik dan perawatan diri, serta kematangan kognitif.
Hal tersebut menjadi pertimbangan penting bagi Program Studi PIAUD dalam merumuskan kompetensi lulusan dan pengalaman belajar mahasiswa. Kurikulum diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori pendidikan anak usia dini, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam konteks nyata dan melakukan refleksi terhadap praktik pendidikan. Tidak hanya itu dalam pendampingan ini, Lembaga Penjaminan Mutu INN Al Farabi juga mendorong agar pengembangan kurikulum memperhatikan kerangka Pembelajaran Mendalam yang terdiri atas empat komponen utama, yaitu dimensi profil lulusan, prinsip pembelajaran, pengalaman belajar, dan kerangka pembelajaran.
LPM INN Al Farabi berkomitmen untuk terus mendampingi semua program studi dalam memastikan setiap proses pengembangan akademik berjalan dalam siklus penjaminan mutu yang berkelanjutan—dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut perbaikan.
Editor: Dede Nurul Qomariah, M.Pd
